the cheesecake factory


Patah Hati
December 8, 2009, 12:19 am
Filed under: a slice of romance

Kamu dan dia.

Semua berjalan lancar, sampai satu hari kepercayaan kamu berkurang. Entah kenapa semuanya berjalan seperti keluar kontrol saat kamu tahu dia bukan seseorang yang selalu ada buat kamu. Apalagi ketika kamu mendengar dia pergi kesana kesini dengan orang lain. Dan bukan dengan temen cowonya, bukan dengan kamu, tapi dengan seorang teman wanita. Bukan..bukan temen wanitanya itu yang bermasalah. Tapi sikapnya yang tidak menghargai perasaan kita. Gapapa..kalo Cuma sekali dua kali..tapi  kalo sampai tiga kali..empat kali..udah cukup bikin kamu nyesek..

Sebel, ngambek, marah, sedih, semuanya campur aduk. Emosi nggak kekontrol. Teori-teori tentang meningkatkan kepercayaan, meningkatkan kebahagiaan, tentang mengontrol emosi. Menguap semuanya. Nggak pake teori lagi. Yang ada Cuma “kamu mau dia minta maaf dan berjanji nggak mengulang kesalahan lagi.

Tapi apa jadinya kalo nggak ada yang ngalah. Dan lama-lama kamu sadar semuanya nggak pantas lagi buat dipertahanin. Saat itu kamu pikir, kamu yang bener, kamu sadar kalo kamu pantes dapat perlakuan yang setimpal. Kamu ingin dia seperti kamu yang setia tanpa ragu-ragu akan selalu berusaha untuk menerima semua kekurangan-kekurangannya. Bukan seperti dia  yang sepertinya sama sekali nggak mikirin perasaan kamu sedikitpun.

Jadilah hari itu.

Hari dimana kamu dan dia jalan ke arah masing-masing yang berlawanan. Sedih. Menyesal. Berusaha untuk nggak menangis. Berusaha untuk berdoa. Untuknya, untuk diri sendiri. Untuk masa depan kami masing-masing. Berkata semoga dia baik-baik dalam setiap langkah yang dia pilih. Berusaha menerima kenyataan, berusaha untuk menjalankan janji-janji yang kamu dan dia pilih, yaitu untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Setelah itu kamu berusaha untuk tidak menengok lagi ke belakang.

Sampai berbulan-bulan kemudian. Setelah ribuan langkah yang kamu tempuh. Kamu menyadari. Bener ternyata apa yang dibilang orang. Bener tentang apa yang dibilang cewek di majalah itu tentang patah hati. Kamu jadi budak perasaan. Kamu jadi budak facebook. Sedih ketika dia wall2an dengan temen-temen cewenya. Sedih ketika sepertinya dia sudah melupakan kamu.

Kamu berusaha melupakan dia dengan cara yang berbeda-beda, kamu belanja dengan kalap, kamu nggak nafsu makan sampai berat badan kamu jadi drop, kamu malas ikut kegiatan apapun.

Sebenernya yang kamu ingin hanya berharap dia kembali. Atau berharap semuanya nggak terjadi. Kamu berharap dulu lebih bersabar dan bisa mengontrol emosi.

Entah fase kehidupan apa yang kamu tempuh. Tapi semuanya terasa berat.

Sampai suatu hari, kamu sadar. Dengan apa yang terakhir kamu janjikan dengan dia. Untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Kamu harus berusaha keras untuk memenuhi janji menjadi seseorang yang lebih baik itu. Entah nanti hasilnya untuk dia atau untuk orang lain sekalipun.

Dulu kamu penuh emosi. Sekarang , kontrol emosi dan berusaha mengerti seseorang yang sekarang berada di sekitar kamu. Keluarga, teman-teman. Bersabarlah dengan mereka. Nggak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan dari mereka. Sikap dan sifat setiap orang berbeda-beda. Yang cukup kamu lakukan adalah harus selalu berusaha mengerti keadaan orang lain.

Mandirilah. Terkadang ada banyak hal yang harus kita lakukan sendiri. Jangan pernah terlalu bergantung pada siapapun. Jangan cengeng dengan hal-hal kecil. Jadilah seseorang yang kuat.

Tersenyumlah pada semua orang dengan tulus. Hargai setiap usaha mereka sekecil apapun. Jangan melakukan penuntutan ini itu yang membuat orang di sekitar kamu nggak nyaman.

Hargai hidupmu sendiri, jangan menjadi budak facebook, twitter, dan situs jaringan sosial lain setiap harinya dengan tujuan untuk melihat wall dia. Jangan sampai mengaitkan emosi kita dengan kehidupan orang lain.

Berkaryalah. Buat karya-karya yang bagus. Tungkan seluruh ide yang kamu punya. Bangun mimpi-mimpi. Dan wujudkan semuanya secara bertahap. Dengan terus punya impian dan harapan-harapan besar, kamu tidak akan terus2an terjebak dalam rasa sedih.

Cari teman-teman sebanyaknya-banyaknya. Temui sahabat-sahabat yang kamu kurang perhatikan selama ini. Ada banyak hal yang bisa kamu dapetin dari mereka. Mereka akan dengan sangat senang hati menarikmu keluar dari rasa sedih dengan berbagai cara.

Berjalanlah ke arah kesuksesan. Bangunlah tiap pagi dengan pengharapan baru dan rasa syukur. Berkatalah tiap hari pada dirimu ”bahwa hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku, dan aku tidak boleh menyia-nyiakan”. Selesaikan tugas-tugas dengan baik. Kerjakan segala pekerjaanmu dengan maksimal.

Berdoalah, berdoa untuk setiap langkah yang kamu jalani. Doakan juga dia kalo kamu memang ingin. Dengan mendoakan dia dari jauh dengan tulus. Itu artinya kamu dengan sangat ikhlas bisa melihat dia mencapai kesuksesannya sendiri.

Satu hal yang harus kamu yakin adalah, suatu saat kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar akan mengisi hidupmu. Orang itu bisa siapa saja. Bisa orang dari masa lalu atau orang baru. Semua telah dituliskan oleh Tuhan. Siapapun itu, bersyukurlah karena selama ini kamu telah mempersiapkan diri dengan sangat baik.


8 Comments so far
Leave a comment

seriuuus??? patah hati???
hmmm,,,,i doubt that,,,

panjang amat gay,,,liat tips2nya aja d yaa,,,
siap2 kalo saya ikut patah hati juga,,,wkwkwkk

Comment by yoshimi vs pink robot

haha..
nikmati kalo lagi patah hati yu..
nikmati juga kalo emang bakalan patah hati hihihi..

Comment by gaya

wayu juga bwat blog laah,, biar situ bisa liat hahahaha

Comment by yoshimi vs pink robot

sok aja..bagusnya tentang kuliner-kuliner kamu mah..
pasti laku..hahaha

Comment by gaya

wow… itu ngomong buat diri sendiri ya gay? btw aku link ya blog km..

Comment by Irma Jelita

wah buun..nggak ngomong sendiri juga sih..
cuma ngasi tips-tips aja ke orang yang lagi sedih hihi..
wah boleh banget..link blognya yaa.. :)

Comment by gaya

heh ape luuu..
siapa bilang ini cerita yg sebenernya weeee :P

Comment by gaya

[...] Sumber Foto [...]

Pingback by Berhenti Sejenak… | ImanSulaiman.com




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.